Senin, 09 Januari 2017

Kisah Menuju Air Terjun Coban Tumpak Sewu Tempat Wisata Di Lumajang

Air Terjun Tumpak Sewu atau yang dikenal pula dengan "Coban Sewu" merupakan sebuah tempat wisata alam di Lumajang yang dikenal baru namun sudah mulai menyedot perhatian khalayak umum. Bagaimana tidak dengan memiliki panorama alam berupa air terjun dengan skala besar mampu membuat siapapun kagum akan kebesaran Sang Khalik.

Sebenarnya di Indonesia, masih banyak wisata air terjun yang memiliki ukuran besar dan juga tinggi, khususnya di pulau Jawa yang notabenenya memiliki topologi daratan yang beragam dengan terdapat banyak wilayah pegunungan. Hal tersebut sangat memungkinkan untuk tersedianya air terjun dengan beragam bentuk dan ukuran, namun hanya saja mungkin banyak air terjun cantik tersebut belum memilii kesempatan untuk dapat terekspose secara luas, akan tetapi tak menutup kemungkinan bilamana suatu saat nanti akan ada bermunculan tempat wisata air terjun baru. 

Jika berbicara tentang air terjun berukuran tinggi di Pulau Jawa, hingga saat ini tercatat hanya Air Terjun Madakaripura di Probolinggo lah yang memiliki tinggi hingga sekitar 200 meter. Namun jangan salah, terletak tak jauh yakni di kota Lumajang ternyata terdapat pula sebuah air terjun dengan ketinggian yang hampir setara yakni Air Terjun Tumpak Sewu dengan tinggi sekitar 120 meter. Akan tetapi yang menjadi pembedanya ialah jumlah kucuran air terjunnya. Penasaran akan air terjun cantik nan megah ini? ada baiknya kamu simak terlebih dahulu konten artikel saya kali ini.

Pada siang hari ini, saya akan mengulas secara detail dalam kisah menuju Air Terjun Coban Tumpak Sewu tempat wisata di Lumajang. Semoga informasi yang nantinya disampaikan dapat berguna bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

tumpaak sewu
air terjun tumpak sewu
Lumajang seperti yang telah diketahui, bahwasanya terletak bersebelahan dengan kota Malang, Probolinggo, Jember dan Banyuwangi. Dengan berlokasi di tengah kota-kota tersebut, menjadikan Lumajang selalu ramai dikunjungi. Sebagai kota pendamping kehadirannya ternyata dirasakan cukup penting, sehingga pihak Pemprov secara serius menggarap pembangunan guna usaha unuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakatnya. Jika bicara tentang tempat wisata di Lumajang, mungkin bagi kota Lumajang masih dianggap terlalu dini. Pasalnya meskipun memiliki bentang alam indah yang mampu disulap untuk menjadi objek wisata bertaraf internasional, akan tetapi demi mewujudkan mimpi tersebut masih dibutuhkan banyak usaha keras dari Pemprov, Dinas Pariwisata hingga masyarakat setempat. Dari ketiga element tersebut dituntut untuk bekerja sama dan bersinergi guna tujuan yang sama yakni memajukan Pariwisata Lumajang. 

Sebagai contohnya wisata Air Terjun Tumpak Sewu, sekipun baru berumur sekitar 2 tahun. Namun nyatanya mampu menarik besar minat para wisatawan. Akan tetapi menurut seorang pengelola yakni "Mas Yanto-085331238963" yang menuturkan sejak dibuka pada 2015 hingga sekarang, mereka tak pernah mendapatkan bantuan sepeserpun dari Pemprov atau Dinas Pariwisata setempat. Cukup ironis bukan?

Penasaran akan cerita keindahannya, saya mencoba memberanikan diri untuk datang sendiri mengunjungi Air Terjun Tumpak Sewu pada tgl 08/01/2017. Lokasi Air Terjun Tumpak Sewu letaknya bersebelah dengan Air Terjun Goa Tetes, atau secara administratif terletak di aliran Sungai Glidih, yang menjadi batas antara Kecamatan Ampel Gading Malang dengan Pronojiwo Lumajang. Bagi kamu yang ingin mengunjungi air terjun cantik ini, kamu dapat melalui beberapa opsi rute, dari domisili kamu saat ini maka kamu harus tiba di Lumajang terlebih dahulu. Sebagai contoh, bilamana kamu berada di kota Jember dan sekitarnya, kamu dapat mengarahkan kendaraan kamu menggunakan rute Jember-Kencong-Jombang-Tempeh-Dampit/Turen-Pronojiwo. Dimana kamu dapat mengikuti plang petunjuk jalan dan ikuti saja jalan tersebut. Bila kamu menggunakan rute jalan ini, maka kamu akan menemuka beberapa lokasi air terjun lainnya terlebih dahulu seperti Coban Sumber Telu, Air Terjun Kapas Biru, Air Terjun Kabut Pelangi. Dari lokasi Air Terjun Kabut Pelangi perjalanan kamu hanya tinggal menuju Goa Tetes dengan jarak 1 Km dan Air Terjun Tumpak Sewu 2 Km saja. Lanjutkan saja mengikuti jalan hingga kamu menemukan spanduk masuk Goa Tetes disisi kiri jalan. Jika sudah menemukannya, berarti lokasi pintu masuk Air Terjun sudah dekat, kamu hanya cukup mencari spanduk masuknya saja yang bertuliskan "Serpihan Surga itu Memang Ada Air Terjun Tumpak Sewu". Kamu cukup masuk mengikuti arah dari spanduk itu saja. Sebelu lanjut, kamu dapat membaca pula tentang 3 Air Terjun Terbaik di Sentul Bogor.

ambil arah malang
ambil arah Malang
ambil arah pronojiwo
ikuti jalan menuju Pronojiwo

lewati jembatan ini
lewati jembatan Gladak Perak

plang petunjuk
belok kanan sesuai dengan plang petunjuk jalan

coban sumber telu
lewati Coban Sumber Telu

air terjun kapas biru
lewati Coban Kapas Biru

coban kabut pelangi
lewati Coban Kabut Pelangi

plang petunjuk 2
ikuti terus plang petunjuk jalan

masuk goa tetes
gang masuk Air Terjun Goa Tetes

gang masuk tumpak sewu
gang masuk Air Terjun Tumpak Sewu
Tak jauh, maka kamu akan menemukan lokasi parkir kendaraan. Dimana biasanya untuk parkir kendaraan akan dikenakan sekitar Rp. 5000/motor dan Rp. 10.000/mobil. Jangan khawatir dengan keamanannya, pasalnya pihak pengelola secara standby mengawasi kendaraan tersebut dan melengkapinya dengan sebuah tiket. Biasanya setiap kendaraan yang ingin keluar harus menunjukkan karcis tiketnya terlebih dahulu. Setelah memarkir kendaraan, kamu dapat langsung menuju pos loket untuk masuk ke dalam kawasan Air Terjun Tumpak Sewu, dimana kamu akan dikenakan biaya retribusi masuk sebesar Rp. 5000/orang. Kemudian kamu mulai menapaki jalur sepanjang sekitar 150 meter yang melewati perkebunan Salak Pondoh milik warga sekitar.

suasana parkir
suasana lokasi tempat parkir
karcis motor
karcis motor

pos loket
pos loket pintu masuk

tiket
tiket masuk Air Terjun Tumpak Sewu
Taukah kamu asal usul sejarah Air Terjun Tumpak Sewu? Mas Yanto pun menceritakan pada saya awal mula tentang air terjun ini. Sekitar 2 tahun yang lalu banyak dari para pemuda Kampung Pronojiwo yang menganggur tak punya pekerjaan yang tetap. Akhirnya merekapun berinisiatif untuk mencari lokasi baru air terjun di Lumajang untuk dibuka dan dikembangkan tempat wisata baru. Singkat cerita, para pemuda yang beranggotakan sekitar 20 orang tersebut menemukan Air Terjun Tumpak Sewu ini, namun masih memiliki kendala perihal aksesnya yang terbentur dengan perkebunan salak milik warga sekitar. Dengan musyawarah dan kesepakatan, para warga yang tanahnya akan dilalui akses menuju lokasi air terjun akan diberikan dana kompensasi dari setiap penjualan tiket dan parkir kendaraan. Tau kah kamu bahwasanya Air Terjun Tumpak Sewu pun menjadi kontroversial saat ini? menurut Mas Yanto, sejak awal pengerjaan dan pembukaan air terjun para warga ditawarkan bergabung menjadi anggota pengelola namun menolak, barulah ketika wisata Air Terjun Tumpak Sewu mulai ramai para warga berbondong-bondong ingin bergabung, namun secara tegas pihak pengelola menolak. Menurut saya lucunya orang Indonesia ya seperti itu, hanya bisa ikut-ikutan tapi tak mau berinovasi.

Nama Tumpak Sewu diambil dari "Tumpak" yang berarti Kumpulan dan "Sewu" berarti Seribu, sehingga Air Terjun Tumpak Sewu bermakna sebuah air terjun yang terdiri dari kumpulan air terjun yang digenapkan berjumlah seribu. Perihal kecantikannya Air Terjun Tumpak Sewu tak perlu dipertanyakan lagi. Dimana dari lokasi panorama yang telah dibuat oleh pihak pengelola, kamu dapat menikmati view terbaik dari air terjun ini. Dikarenakan tingginya permintaan dari para pengunjung yang meminta akses jalan untuk menuju ke dasar sungai agar bisa melihat air terjun ini secara lebih dekat, maka pihak pengelola membuat sebuah tangga dari bambu untuk dapat turun ke dasar tebing. Namun dikarenakan tinggi tebing yang dilalui hampir serupa dengan tinggi air terjun yakni 120 meter, untuk turun memang tak begitu mengalami kendala namun secara otomatis akan membutuhkan perjuangan ekstra untuk kembali naik ke atas dari dasar tebing tersebut. Alhasil cukup melelahkan memang dirasakan banyak para pengunjung, tak terkecuali saya. Oleh karena alasan tersebutlah, maka kamu yang membawa anggota keluarga mengunjungi Air Terjun Tumpak Sewu lebih baik dianjurkan cukup hingga batas Panorama saja. Cukup kasian melihat anak serta para orang tua yang merasa kelelahan naik dari dasar tebing tersebut.

berfoto di panorama tumpak sewu
berfoto ria di Panorama Tumpak Sewu
Dalam perjalanan menyusuri tangga bambu untuk turun kebawah kamu akan menemukan dua buah air terjun kecil yang memotong jalur. Sehingga dibutuhkan ekstra kehati-hatian untuk menuruninya mengingat banyaknya lumut yang terdapat dibebatuan. Tiba didasar tebing, kamu akan menemukan sebuah pos kembali. Dimana pada pos tersebut, kamu akan dikenakan kembali biaya retribusi sebesar Rp. 5000/orang. Setelah melewatinya ikuti saja sungai dan dibalik tebing maka kamu akan dapat melihat megahnya Air Terjun Tumpak Sewu secara dekat. Para pengunjung dapat bebas bermain dan berfoto ria diarea ini. Namun dikarenakan lokasinya yang kurang aman bagi kamu yang ingin berenang sebaik cukup berfoto-foto saja. Seperti banyak wisata air terjun di Indonesia yang banyak memakan korban, Tumpak Sewu pun pernah menorehkan sejarah kelamnya. Dimana seorang anak siswa SMP terjatuh dari puncak air terjun dan langsung terlempas jatuh kedasar bagian bawah air terjun. Sudah dapat dipastikan kematian bilamana terjatuh dari ketinggian 120 meter. Oleh karena hal tersebutlah dibutuhkan kehati-hatian dari setiap pengunjung untuk lebih memperhatikan dahulu secara seksama dari setiap lokasinya.

Bagi kamu penggemar fotografi memang sangat direkomendedkan untuk berkunjung ke Air Terjun Tumpak Sewu. Dikarenakan bentuknya yang menyerupai layaknya tirai besar yang menutupi sebuah tembok. Sungguh indah nan elok ciptaanMu Tuhan. Mengingat akan kecantikannya, sehingga membuat tempat ini menjadi lokasi liputan travelling yang disiarkan oleh tv swasta. Berkat melalui siaran tersebutlah kian membuat nama Air Terjun Tumpak Sewu menjadi populer. Bahkan saat ini banyak pula bermunculan foto-fotonya yang beredar di sosial media, menambah rasa penasaran akan  tempat eksotis yang satu ini. Kepopuleran Tumpak Sewu bahkan sudah mulai merambah kenegara-negara tetangga, tercatat selalu ada setiap minggunya wisatawan asal Malaysia, Filiphina, Hongkong hingga Singapura yang berkunjung. Dikarenakan terkenal dengan memiliki panorama indah Air Terjun Tumpak Sewu pada hari tahun baru yang lalu (31 Des 2016) bahkan jumlah wisatawannya melonjak hingga 2000 penjualan tiket dalam sehari. Luar biasa bukan?

suasana di bawah tumpak sewu
megahnya Air Terjun Tumpak Sewu
view tumpak sewu dari bawah
view dari dasar Air Terjun Tumpak Sewu

nikmati tumpak sewu
Bermimpi liat keatas, Bersyukur liat kebawah
Perihal bagi kamu yang ingin bermalam di Tumpak Sewu, tak perlu khawatir. Dimana sudah disediakannya fasilitas homestay yang dapat kamu gunakan. Untuk dapat menginap di homestay, kamu hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 30.000/orang (include teh+kopi) dan untuk makan, kamu hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 15.000/porsi untuk 1x makan. Bagi kamu yang ingin mendapatkan fasilitas tersebut, kamu dapat langsung menghubungi Mas Yanto di nomor telepon diatas. Ingin mencoba pengalaman lainnya? cobalah untuk berkemah/camping di Air Terjun Tumpak Sewu, dimana kamu hanya dikenakan biaya ijin membuka tenda saja sebesar Rp. 30.000/tenda. Kemudian kamu pun dapat request untuk diantar oleh salah seorang pengelola untuk menemani kamu kamu berkunjung ke semua lokasi wisata disekitar kawasan Tumpak Sewu, seperti Air Terjun Goa Tetes dan mata air Telaga Biru. Dimana untuk seorang guide, kamu hanya dipatok seikhlasnya saja. Bagaimana, cukup terjangkau bukan? 

Dengan panorama air terjun indahnya Tumpak Sewu Lumajang Pronojiwo sangat sayang bilamana dilewatkan. Terlebih potensinya pun telah diakui oleh khalayak umum, sehingga membuat suatu keharusan bagi kamu untuk mengunjunginya jika kamu seorang penggemar kegiatan outdoor.

*Tips
  • Hati-hati pada jalur Pronojiwo dikarenakan jalurnya yang sempit dan berkelok-kelok.
  • Hati-hati melangkah dan carilah bebatuan yang dialiri air untuk berpijak, karena bisanya disitulah tempat yang tak terdapat lumut.
  • Hati-hati bila ingin berfoto di area Tumpak Sewu, perhatikan dulu area pijakan kaki sekitar untuk meminimalis terjadinya longsor.
  • Bilamana ingin sekedar hanya membasahi tubuh, kamu dapat mencari air terjun kecil saja.
  • Bila sudah menunjukkan pukul 15.00, sebaiknya jangan turun ke dasar tebing.
  • Waspadalah kemungkinan ranting kayu/batu yang mungkin saja terjatuh dari atas terbawa oleh ailiran air terjun.
  • Bawalah baju ganti, pasalnya baju akan basah bila berada di bawah Air Terjun Tumpak Sewu.
  • Bawalah smartphone untuk sebagai panduan dalam perjalanan menuju Tumpak Sewu.
  • Bila kamu ingin mengunjungi Goa Tetes, langsung ikuti saja aliran sungai dibawah. Jangan naik kembali keatas dulu, jadi kamu tak membuang tenaga.
Melihat apa yang telah tersaji begitu apik di Air Terjun Tumpak Sewu, menjadikannya sebuah pengingat akan semua kebesaran dari Sang Pencipta. Dimana terkadang manusia lupa, hal tersebut memang dapat dimaklumkan mengingat kita semua adalah makhluk ciptaanNya yang paling lemah. Namun apakah kita mau terus seperti demikian? coba tanyakanlah pada dirimu, apakah kamu pantas disebut sebagai Orang Beriman? Tanamkan dalam otakmu, agar Bermimpi dengan melihat keatas, Bersyukur dengan melihat kebawah. Niscaya kamu akan menjadi pribadi yang lebih baik.

Kamu pun dapat membaca juga tentang  Pulau Mandeh Padang dan Pantai 3 Warna Malang

Demikian ulasan saya kali ini perihal kisah menuju Air Terjun Coban Tumpak Sewu tempat wisata di Lumajang. Semoga dari semua informasi yang telah disampaikan dapat diterima dan dijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budimanan tentang berbagai Info Tempat Pariwisata Di Indonesia

Sabtu, 07 Januari 2017

Panduan Referensi Ke Puncak Pulau Mandeh Tempat Wisata Padang Sumatera Barat

Pulau Mandeh menjadi salah satu bukti bahwasanya kota Padang masih menyimpang banyak pesona bagi para pelancongnya. Seakan belum ada habisnya tempat wisata di Padang menyuguhkan potensi wisata yang mengagumkan. Pulau Mandeh memiliki panorama alam yang tak perlu diragukan lagi, terdiri dari laut, teluk, hutan mangrove, pantai hingga gugusan kepulauan. Sehingga membuat Pulau Mandeh cukup populer menjadi salah satu destinasi wisata terfavorit.

Wisata Pulau Mandeh menawarkan pengalaman berlibur yang takkan terlupakan. Memiliki bentang alam mempesona dan suasana pulau yang begitu tenang, sangat cocok bagi kamu yang ingin mencari tempat pelarian untuk menghilangkan penat dari segala rutinitas sehari-hari. Dengan suasana pantai yang begitu asri dan alami menjadikan pulau ini sangat cocok untuk merefresh pikiran agar kembali bersemangat. Setiap tahunnya prosentase wisatawan yang datang mengunjungi Pulau Mandeh selalu meningkat, terlebih bila waktu libur datang. Tercatat tak hanya masyarakat kota Padang saja, namun banyak pula wisatawan dari luar Pulau Sumatera seperti Jakarta dan sekitarnya. Tak salah memang jika menjadikan Pulau Mandeh sebagai salah satu destinasi tempat wisata di Sumatera Barat yang wajib untuk dikunjungi.

Jika beberapa waktu lalu saya telah mengulas perihal Pulau Cubadak, maka kali ini masih mencoba mengangkat potensi wisata lainnya yang berada di Ranah Minang. Pulau Mandeh memiliki jarak sekitar 56 Km dari pusat kota Padang, menjadikaannya cukup mudah diakses bagi para wisatawan. Bagi kamu yang ingin mengunjungi pulau cantik ini, ada baiknya membaca panduannya terlebih dahulu artikel kali ini.

Dalam kesempatan kali ini saya akan memaparkan secara detail perihal panduan referensi ke Puncak Pulau Mandeh tempat wisata Padang Sumatera Barat. Semoga informasinya dapat membantu dan berguna bagi kamu ataupun para pembaca budiman lainnya dimanapun anda berada.

pulau mandeh2
view kawasan Mandeh dari atas Puncak Mandeh

Lokasi Pulau Mandeh terletak tak jauh dari Pulau Cubadak atau tepatnya di Kecamatan koto XI, Tarusan, Pesisir Selatan. Pada kawasan Mandeh memiliki luas sekitar 8000 hektare, meliputi 7 perkampungan yang terdapat di 3 gugusan pulau-pulau kecil nan indah seperti Pulau Traju, Pulau Setan Besar dan Pulau Setan Kecil. Tau kah kamu, mengapa dinamakan Pulau Mandeh? ya, sebenarnya nama "Mandeh" diambil dari sebuah nama perkampungan yang berada dikawasan ini. Dimana Kampung Mandeh terletak di tengah Teluk Carocok Tarusan, dikarenakan berada di tengah sebuah teluk secara otomatis membuatnya terlindung dari arus gembong dan kencangnya angin dari Samudera Hindia. Pada Teluk Carocok terdapat juga beberapa gugusan pulau sekitar seperti Pulau Sinjorong Besar dan Kecil, Pulau Sirandah, Pulau Cingkuak dan masih banyak lagi. Kemudian dibagian utara Pulau Mandeh terdapat pula beberapa nama pulau yang cukup populer seperti contohnya Pulau Bintangor, Pulau Marak, Pulau Ular, Pulau Pagang, Pulau Pamutusan, Pulau Pasumpahan, Pulau Sikuai serta masih banyak lagi pulau-pulau kecil lainnya. Terhamparan gugusan pulau-pulau yang berada di kawasan Pulau Mandeh, membuat kawasan ini disebut pula dengan "Raja Ampat Sumatera Barat". 

Mengingat banyaknya gugusan pulau sekitar yang rasanya tak mungkin untuk mengunjungi kesemua pulau-pulau tersebut. Dimana mungkin membutuhkan waktu sekurang-kurangnya yakni satu minggu. Namun bagi kamu yang tak mempunyai waktu liburan yang panjang, ada cara yang tepat untuk menikmati semua panorama alam yang indah dari gugusan pulau-pulau tersebut, yakni dengan cara mendaki ke bukit Pulau Mandeh. Dimana dari atas Puncak Mandeh Tarusan kamu dapat melihat view dari pulau-pulau sekitar. Birunya laut dan pulau-pulau hijau terasa begitu menyejukkan mata dan juga hati, ditambah semilir angin laut yang kian membuat terbius akan suasana syahdu kala berada di Puncak Mandeh. Terlebih bilamana saat moment sunset datang, saya rasa sangat tepat bilamana diabadikan dalam bentuk foto, pastinya akan indah.

Bagi kamu yang hobi dengan snorkeling ataupun diving, maka dengan mengunjungi Pulau Mandeh itu merupakan keputusan yang tepat. Pasalnya Pulau Mandeh akan dicanangkan sebagai Kawasan Taman Nasional Laut Mandeh. Secara otomatis tak perlu khawatir dengan keadaan ekosistem bawah lautnya, pasalnya dalam kawasan terumbu karang sekitar 70,32 Hektare tersimpan beragam terumbu karang dan biota laut yang melimpah. Sehingga kamu pun dapat puas bersnorkeling ria di sekitar perairan dari gugusan pulau-pulau disekitar. Selain itu, bagi kamu yang gemar akan diving, tak perlu ragu, dimana terdapat beberapa spot diving terbaik tersebar dalam perairannya, seperti contohnya Spot Diving Kapal Karam atau Shipwreck terbaik di Indonesia pada kedalaman 20-25 meter dibawah permukaan laut. Dimana menurut sejarah, kapal karam tersebut adalah salah satu kapal kargo milik Belanda yang bernama MV Boelongan, yang di bom oleh tentara Jepang pada tahun 1942. Menariknya spot diving ini telah difilmkan oleh Dinas Kelautan guna mempromosikan potensi alam bawah laut Pulau Mandeh.

Melihat segala potensi alam yang berada di Pulau Mandeh, membuat Pemprov dan Dinas Pariwisata setempat bertekad untuk dapat mempromosikan Pulau Mandeh baik secara domestik hingga mancanegara. Sehingga kelak akan terciptanya sebuah kawasan wisata yang bertaraf internasional, namun bukan halnya semudah membalikkan tangan, demi mewujudkan mimpi tersebut dibutuhkan usaha yang maksimal, perbaikan disegala sektor dirasakan menjadi titik awal yang sangat penting. Bahkan sebagai cerminan keseriusan Pemerintah untuk memajukan Pariwisata Pulau mandeh, Presiden Joko Widodo pernah melakukan peninjauan langsung dan melalui Menteri Pariwisata yang menjabat kala 2015 silam lalu menuturkan, perihal jarak kawasan wisata Pulau Mandeh dengan pusat kota Padang sekitar 56 Km yang ditempuh dengan lama perjalanan sekitar 2-3 jam, dimana nantinya Pemerintah menargetkan selama 3 tahun lagi (terhitung sejak 2015) akan selesai sebuah jalan lingkar yang menghubungkan Mandeh dengan  Padang, bilamana jalan tersebut telah selesai maka akan dapat memangkas lama perjalanan menjadi sekitar 45 menit saja. Ya, demi kebaikan bersama mari kita harapkan agar semua itu cepat terealisasikan dan bukan hanya menjadi sebuah wacana belaka.

Perihal bermalam atau menginap di Pulau Mandeh, tak perlu khawatir dimana sudah tersedia berbagai type hotel hingga homestay yang dapat kamu gunakan. Ingin mencoba sensai yang berbeda kamu dapat mencoba berkemah di Pulau Setan, pastinya akan membuat pengalaman tersendiri kala berlibur di kawasan wisata Mandeh. Bagi kamu yang ingin mengunjungi Pulau Mandeh, dari domisili kamu saat ini kamu dapat menuju kota Padang terlebih dahulu. Bilamana kamu berada di luar Pulau Sumatera, kamu dapat terbang menuju Bandara Internasional Minangkabau, Padang. Kemudian kamu dapat mengikuti beberapa opsi rute jalan ke Pulau Mandeh sebagai berikut, 

*Jalur Darat
  • Pertama kamu dapat menggunakan jalur darat dengan menyewa mobil disekitar Bandara dengan biaya yang bervariatif, biasanya mereka menawarkan sekitar Rp. 500.000/hari (include supir, belum bensin). Kemudian kamu dapat langsung menuju Kawasan Mandeh dengan mengikuti petunjuk jalan yang sudah banyak tersedia.
  • Kemudian bila kamu ingin backpacker, dari Bandara kamu dapat menggunakan Damri atau Bis antar kota untuk menuju kota Padang. Pasalnya Bandara terletak di Pariaman, sehingga kamu membutuhkan transportasi lagi untuk menuju Padang, tepatnya kearah Pasar Raya Padang. Bagi kamu yang menggunakan Damri atau bis biasanya akan dikenakan tarif sekitar Rp. 25.000/orang. 
  • Setibanya di Pasar Raya Padang, kamu kembali melanjutkan perjalanan menuju Pasar Tarusan. Bagi kamu yang backpacker kamu diharuskan mengganti kendaraan dengan mobil travel menuju Pasar Tarusan dengan biaya sekitar Rp. 20.000/orang. 
  • Setelah itu kamu dapat menggunakan tiga opsi jalan, pertama kamu dapat mengarahkan kendaraan menuju Pelabuhan Carocok, bagi kamu yang backpacker kamu dapat menggunakan becak motor (bentor) dengan biaya sekitar Rp. 5000/orang. Sesampainya di Pelabuhan Carocok, bagi kmau yang ingin menyebrang ke pulau, dapat menyewa speedboat ataupun perahu tradisional. Untuk opsi kedua, kamu dapa menggunakan jalur Bungus-Sungai Pinang-Sungai Nyalo. Kemudian yang ketiga, kamu dapat melewati Carocok lalu menyusuri pantai dan perbukitan sepanjang 12.5 meter.
*Jalur Laut
  • Untuk jalur laut, dari Bandara kamu dapat langsung menuju Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Teluk Bungus atau Pelabuhan Muaro Padang. Dari ketiga opsi pelabuhan tersebut, kamu dapat menyewa speedboat dengan biaya yang bervariatif sesuai dengan keadaan kapal yang akan digunakan.
  • Bila kamu menyebrang via Pelabuhan Teluk Bayur bisa menggunakan speedboat. Kemudian bila dari Pelabuhan Muaro Padang bisa menggunakan kapal wisata Bintang Mandeh dengan biaya sekitar Rp. 300.000.
Untuk akomodasi yang dapat digunakan selama berada di kawasan Pulau Mandeh, rasanya tak perlu bingung. Dimana banyak terdapat dermaga sederhana yang dibuat oleh para masyarakat sekitar dan mereka pun sering kali menawarkan pada setiap wisatawan untuk menggunakan perahu miliknya untuk mengantarkan kamu berkeliling. Perihal biayanya dapat disesuaikan dengan kondisi kapal dan durasi menyewa kapal tersebut. Secara umum biasanya untuk menyewa kamu dapat memilih ingin satu kali jalan atau smenyewa selama satu hari penuh dengan harga yang dipatok berkisar antara Rp. 500.000-Rp. 600.000/hari. Kemudian tak sedikit pula para masyarakat sekitar yang sediakan banyak pilihan paket wisata Pulau Mandeh dengan harga murah yang dapat kamu gunakan. Ada baiknya memang bilamana kamu tak ingin repot, kamu dapat menggunakan jasa mereka.

Mengingat begitu tingginya animo para wisatawan yang datang ingin berlilbur di Pulau Mandeh, membuat dewasa ini, selain dari para warga sekitar telah banyak pula para agent travel yang memberikan pilihan paket liburan di Pulau Mandeh. Mulai dari paket One Day Trip maupun hingga  wisata sailling yakni mengunjungi beberapa pulau dan bermalam di atas perahu. Semua itu dapat disesuaikan dengan ingin seperti apa liburan kamu kali ini. Melihat segala keindahan yang tercermin dalam alam Ranah Minang melalui Kepulauan Mandeh, rasanya kita harus berbangga hati dan ikut menjaga serta melestarikan alamnya. Semakin merawat, semakin bermanfaat.

*Tips
  • Sebelum menyewa mobil, kamu diharuskan keluar terlebih dahulu dari kawasan Bandara, karena bilamana menyewa dalam kawasan Bandara, pasalnya kamu akan menggunakan taksi plat hitam dan otomatis biayanya akan berbeda (tergantung kesepakatan).
  • Gunakan smartphone sebagai panduan pegangan dalam perjalanan menuju kawasan Pulau Mandeh.
  • Bila kamu ingin menyewa perahu di kawasan Pulau Mandeh, dapat disesuaikan dengan jam kedatangan kamu. Contoh bila kamu datang disiang hari, kamu dapat menawar harga sewa perahu dengan lebih murah pasalnya waktu yang digunakan menjadi singkat.
  • Usahakan datang dalam jumlah rombongan, namun bilamana kamu datang dalam jumlah sedikit, kamu dapat bergabung dengan pengunjung lainnya agar dapat berbagi besarnya biaya menyewa kapal. Dimana untuk kapal wisata yang digunakan di Pulau Mandeh umumnya dapat digunakan hingga kapasitas 20 orang.
Berdiri di atas Puncak Mandeh mengamati panorama alam sekitar yang mengagumkan, seakan membuat bibir ini terkunci dan hati bergetar melihat kebesaran dari Tuhan Maha Pencipta. Cukup aneh memang melihat begitu banyak orang yang tak sadar kan hal tersebut, meskipun memiliki mata yang melihat. Kemudian bila berbicara tentang kehidupan yang terkadang dirasakan berat sungguh menyiksa hati. Mengutip perkataan dari seorang pahlawan wanita R.A. Kartini "Tiada awan dilangit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahirlah pagi yang membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa dengan alam". Dari perkataan beliau dapat dipetik sebuah hikmah, namun tak akan saya mengatakannya, tentulah kamu mengerti bukan akan maknanya? sekarang cobalah katakan dalam hati, agar kelak terus teringat.

Kamu dapat membaca pula tentang Pulau Nihiwatu Sumba Barat dan Pulau Banyak Aceh



Demikianlah ulasan saya kali ini perihal panduan referensi ke Puncak Pulau Mandeh tempat wisata Padang Sumatera Barat. Semoga segala informasinya dapat diterima dan dijadikan sebagai sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

Jumat, 06 Januari 2017

Menuju Pantai Nihiwatu Beach Sumba Barat Tempat Wisata Terindah Di Indonesia

Pantai Nihiwatu merupakan sebuah surga bahari yang telah cukup populer di kanca dunia wisata internasional. Memiliki berjuta potensi akan panorama alam yang mengagumkan, berupa pasir pantai yang bersih nan halus serta perairan dengan ombak terbaik membuat banyak para wisatawan mancanegara berbondong-bondong berkunjung ke Pantai Nihiwatu Sumba Barat.

Mengapa wisata Pantai Nihiwatu begitu terkenal? pasalnya menurut pemberitaan yang telah dilansir oleh CNN World's 100 Best Beaches in The World pada edisi 28/05/2013, dalam ulasannya tersebut, menyatakan bahwasanya Pantai Nihiwatu menjadi pantai terbaik di Asia. Bahkan pantai cantik ini masuk dalam posisi ke-17 dan mengalahkan Crane Beach Barbados Island, Sun Beach Islan Maldives bahkan hingga Hanalei Bay Hawai. Cukup membanggakn bukan, jika melihat prestasinya?

Tapi melihat kenyataan yang ada, cukup disayangkan memang. Pasalnya bisa dibilang pantai ini lebih terkenal di luar negeri dibandingkan di tanah air. Kenyataan tersebut memang mengaju pada jumlah wisatawan asal domestik yang berkunjung tak begitu banyak. Mungkin salah satu faktor eksternalnya ialah kurangnya promosi yang dilakukan, baik dari pihak Pemerintah Pusat ataupun Dinas Pariwisata setempat. Ya, mungkin saja hal tersebut beralaskan karena yang menjadi pihak pengelola Pantai Nihiwatu adalah pihak swasta yakni warga asing. Sehingga lebih gencar melakukan ajang promosi di luar negeri. Tak salah memang jika demikian adanya, tak dapat dipungkiri memang bahwa pihak Pemerintah dan dinas terkait belum mampu menciptakan wisata yang dapat bersaing di tengah derasnya persaingan pariwisata dunia. Melihat sumber potensi alam di Indonesia yang begitu melimpah, namun Pemerintah belum secara serius atau mungkin bisa saja SDMnya belum mampu  menggarap tempat-tempat wisata yang bertaraf internasional. Padahal sumber devisa negara akan mendapatkan banyak keuntungan bilamana banyak wisatawan asing datang berkunjung. Cukup prihatin bukan melihat kenyataannya?

Lokasi Pantai Nihiwatu terletak di Sumba Barat, bila dalam kesempatan lalu saya telah menguls potensi lain seperti wisata adat Kampung Tarung Waikabubak. Maka kali ini saya akan mencoba merivew tentang wisata pantai di Sumba Barat. Ingin tau lebih mendalam tentang Pantai Nihiwatu? ada baiknya kamu simak dalam konten artikel saya kali ini.

Pada siang hari ini saya akan memaparkan secara detail perihal menuju Pantai Nihiwatu Beach Sumba Barat tempat wisata terindah di Indonesia. Semoga kiranya dari segala informasi yang akan disampaikan dapat dijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budiman dimanapun anda berada.

pantai nihiwatu
view suasana Pantai Nihiwatu
Tempat wisata di Sumba Barat memang seperti belum ada habisnya memberikan pesonanya yang mampu membuat siapapun kagum akan keindahannya. Berada dan bermain di pantai memang menjadi kegemaran siapapun, terlebih bilamana pantainya secantik Pantai Nihiwatu pastinya akan membuat betah untuk menghabiskan waktu. Memiliki bentang pantai sepanjang 2.5 Km yang memiliki hamparan pasir bersih nan halus. 

Bagi kamu yang ingin berkunjung ke Pantai Nihiwatu, dari domisi kamu saat ini kamu diharuskan menuju Bali dan melanjutkan terbang menuju Bandara Tambolaka, Sumba Barat, NTT (sama seperti ingin berkunjung ke Kampung Tarung). Setibanya di bandara tersebut, kamu dapat menyewa kendaraan mobil dengan biaya berkisar sekitar Rp. 500.000 (include bensin + supir), namun untuk harga tersebut bukanlah harga pasti sehingga dibutuhkan kemampuan kamu untuk tawar menawar. Dari lokasi bandara, kamu dapat langsung menuju Pantai Nihiwatu yang berjarak sekitar 30 Km dari pusat kota Waikabubak. Sebelum lebih lanjut, kamu dapat pula membaca Pulau Moyo Sumbawa

Seperti halnya pada pantai umumnya, banyak kegiatan yang dapat dilakukan. Seperti memancing, berjemur, bersepeda, bermain beberapa wahana air, berselancar hingga bersnorkeling dan juga diving. Namun untuk Pantai Nihiwatu, memiliki kehidupan bawah laut yang masih terjaga dengan baik. Terdapat berbagai terumbu karang dan juga biota laut berlimpah. Sehingga memang kegiatan ini menjadi sangat wajib bilamana berkunjung ke Pantai Nihiwatu. Bagi kamu penggemar kegiatan berselancar/surfing, maka pantai ini sangat recomended untuk kamu. Pasalnya salah satu alasan yang menjadikan Pantai Nihiwatu lebih baik jika dibandingkan pantai di Hawai, US adalah ombaknya. Tercatat sebagai salah satu pantai yang memiliki gulungan gelombang ombak sempurna yang bergerak dengan cepat membuat tantangan tersendiri bagi para surffers. Maka tak mengherankan bilamana banyak para surffers dunia yang tertarik ingin mencoba gulungan ombak khas Pantai Nihiwatu. Untuk dapat berselancar, sebaiknya kamu bukanlah seorang peselancar pemula, mengingat bahaya yang mungkin saja dapat terjadi.

Dikarenakan Pantai Nihiwatu sejatinya bukanlah pantai yang dibuka untuk umum. Sehingga bagi kamu yang ingin menikmati semua keindahannya haruslah menjadi tamu resort. Nah, dikarenakan sudah dilengkapi dengan resort yang memiliki fasilitas terbaik, sehingga bagi kamu yang ingin bermalam di Pantai Nihiwatu tak perlu khawatir. Kamu dapat bermalam di Nihiwatu Resort, dimana terdapat beberapa bangunan villa dan bungalow yang mengadap laut memberikan kesan nyaman. Bicara tentang fasilitas, rasanya tak perlu dipertanyakan lagi. Pasalnya dengan memiliki prestasi masuk sebagai salah satu hotel terbaik di dunia 2016, tentulah fasilitas bertaraf internasional dan sangat lengkap. Mulai dari pelayanan ramah, kolam renang pribadi dan restoran outdoor yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia dan masih banyak lagi.

view nihiwatu resort
view Nihiwatu Resort dari atas tebing
Suasana arsitektur dan ornamen bangunan resort yang memiliki paduan antara bangunan khas Sumba dan modern, sehingga menghasilkan nuansa nyaman dan begitu esklusif. Maka begitu banyak pasangan muda yang menjadikan Pantai Nihiwatu sebagai tujuan tempat wisata bulan madu yang begitu private. Untuk dapat menginap di Nihiwatu Resort, memang membutuhkan biaya yang tak murah. Dimana harga tersebut disesuaikan dengan type kamar yang akan kamu gunakan, namun secara umum rata-rata biaya menginap di hotel Nihiwatu Sumba Barat sekitar Rp. 8.500.000/malam keatas. Untuk harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu terlebih high season.

salah satu type kamar di nihiwatu resort
suasana salah satu type kamar
restoran di nihiwatu resort
salah satu restoran di Nihiwatu Resort
Dengan perawatan untuk tetap menjaga keasrian dan kebersihan area pantai, membuat banyak para wisatawan mengaku cukup puas kala berlibur di Pantai Nihiwatu. Meskipun untuk berwisata di pantai cantik ini memang membutuhkan biaya yang terbilang cukup besar, namun kamu akan mendapatkan pengalaman yang setimpal. Jika berkaca pada nasib pantai-pantai yang dibuka umum, maka kesan kotor dan kumuh akan langsung tercermin. Dimana banyak sampah berserakan, lalu lalang orang serta banyak pedangan yang bergantian menawarkan dagangannya. Bukankah itu kurang nyaman bukan? sebagai wisatawan tentulah kamu mencari nuansa nyaman agar dapat menikmati keindahan alam tanpa merasa terganggu oleh hal apapun. Disitu lah yang menjadi nilai lebih, kala kamu sedang berada di Pantai Nihiwatu yang notabenenya adalah pantai terbaik di Asia.

*Tips
  • Bila ingin menginap di Nihiwatu Resort, lebih baik kamu booking terlebih dahulu dengan mengakses web www(dot)nihiwatu(dot)com atau bisanya juga melalui via telepon dengan kontak yang sudah tercantum dalam website tersebut.
  • Bagi kamu yang tak ingin repot menyewa mobil, kamu dapat meminta pihak resort untuk menjemput di Bandara Tambolaka.
Melihat apa yang tersaji pada Pantai Nihiwatu, sejogjanya menjadi tamparan atas bangsa ini. Pasalnya begitu banyak potensi alam nusantara ini yang sejatinya tak bisa dimiliki sepenuhnya oleh bangsa ini. Apa yang salah? Nasibkah yang salah? atau Manusianya yang salah? sehingga sampai detik ini bangsa Indonesia masih saja dijajah dari segala aspek. Mengutip perkataan seorang Proklamatoor sekaligus Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno yang berpesan "Apakah kelemahan kita adalah kurang percaya diri sebagai bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lainnya, padahal asalnya kita ini adalah rakyat gotong royong". Cobalah sejenak kita merenung dan memikirkan, kelak akan bagaimana nasib bangsa ini?

Kamu dapat membaca juga tentang Pulau Dodola dan Gili Labak.

Demikianlah ulasan saya kali ini tentang menuju Pantai Nihiwatu Beach Sumba Barat tempat wisata terindah di Indonesia. Semoga informasinya dapt berguna dan menambah wawasan bagi kamu atau para pembaca budiman, tentang berbagai info tempat pariwisata di Indonesia.

Kamis, 05 Januari 2017

Liputan Terfavorit Wisata Pulau Gili Labak Tempat Wisata Di Madura

Gili Labak merupakan sebuah pulau mungil yang memiliki berjuta keindahan yang mampu membuat banyak wisatawan terpesona olehnya. Terdiri dari pantai yang bersih dan memiliki pasir putih nan lembut serta biru jernih air lautnya membuat siapapun senang berlama-lama di Pulau Gili Labak. Kehidupan bawah lautnya tak perlu dipertanyakan lagi, terdapat beragam ekosistem yang masih terjaga dengan baik sehingga terdapat banyak spot untuk snorkeling ataupun diving.

Nama wisata Gili Labak memang cukup populer yang telah dikenal akan keindahannya. Terlebih bagi mereka yang gemar akan kegiatan di Pantai, dengan tingginya minat para wisatawan untuk dapat berlibur di tempat wisata Madura ini, membuka banyak kesempatan bagi para pengusaha travel untuk menyediakan banyak pilihan paket wisata ke Madura dengan harga yang bervariatif dan juga kompetitif. 

Gili Labak terletak di Sumenep, Madura. Pulau Madura memang memiliki iklim yang cukup panas namun dibalik itu semua, ternyata menyimpan banyak potensi alam yang mempesona. Dalam beberapa kesempatan yang lalu, saya telah mengulas secara detail tentang Pantai Slopeng, maka kali ini tibalah giliran Pantai Gili Labak yang menjadi sorotan. Bagi kamu yang ingin tau lebih mendalam tentang pulau ini, kamu dapat simak informasinya secara detail dalam konten artikel dibawah ini.

Pada siang hari ini saya akan memaparkan secara detail perihal liputan terfavorit wisata Pulau Gili Labak tempat wisata di Madura. Semoga informasinya dapat dijadikan sumber referensi bagi kamu ataupun para pembaca budimana dimanapun anda berada.

welcome to gili labak
welcome to Gili Labak
Untuk menuju lokasi Gili Labak, dari domisili kamu saat ini diharuskan terlebih dahulu datang menuju Madura. Bila kamu berada disekitar kota Surabaya, kamu dapat menggunakan jasa bis antar kota yang banyak tersedia di Terminal Bungurasih, seperti Bus AKAS dan Patas dengan biaya sekitar Rp. 70.000/orang. Sebagai opsi lain, kamu dapat pula menyewa kendaraan mobil, kemudian menyebrang melalui Jembatan Suramadu. Setibanya di Madura, kamu dapat langsung mengarahkan kendaraan menuju Sumenep, untuk bis antar kota sudah banyak tersedia jalur trayek Surabaya-Sumenep. Setelah tiba di Sumenep, untuk menyebrang ke Gili Labak kamu dapat menggunakan beberapa opsi penyebrangan sebagai berikut,
  • Pelabuhan Kalianget, jalur ini merupakan jalur penyebrangan yang paling digemari bilamana ingin berkunjung ke Gili Labak.
  • Pelabuhan Gersik Putih, pelabuhan rakyat ini berjarak sekitar 2 Km dari Pelabuhan Kalianget, sehingga sering menjadi pilihan opsi yang dipilih bila penyebrangan dari Kalianget sedang ramai pengunjung. 
  • Desa Lobuk, dimana di desa ini terdapat sebuah dermaga kecil yang dapat digunakan jika ingin menyebrang ke Gili Labak. Dimana penyebrangan melalui rute ini mulai ramai intensitasnya, pasalnya para wisatawan sengaja memilih pasalnya karena desa ini lebih dekat jika dibanding Kalianget.
  • Desa Kobang, untuk jalur ini kerap dijadikan pilihan untuk menyebrang dikarenakan meskipun jalur darat yang ditempuh lebih jauh dari Klianget, namun perjalanan lautnya paling singkat. Pasalnya desa ini yang paling dekat lokasinya dari Gili Labak, yang secara otomatis dapat meminimalis buged penyebrangan.
Untuk rata-rata biaya menyewa perahu yang akan digunakan berkisar Rp. 350.000/kapal dengan kapasitas hingga 15 orang. Semua perahu yang melayani penyebrangan ke Gili Labak memang secara umum bukanlah sebuah perahu speedboat, melainkan sebuah kapal fery tradisional dan juga perahu nelayan namun dengan ukuran yang lebih besar dan sudah dimodifikasi. Agar lebih meminimalis budeg kamu dapat datang dengan jumlah rombongan, sehingga besar biaya dapat dibagi secara bersama. Perihal biaya tersebut pun sewaktu-waktu dapat berubah, maka dibutuhkan kemampuan kamu dalam hal tawar menawar. Namun seperti dalam penjelasan diawal yang menuturkan bahwasanya dewasa ini, sudah banyak terdapat jasa travel yang dapat memudahkan kamu. Bila kamu tak ingin repot, kamu dapat berlibur ke Gili Labak dengan menggunakan jasa seorang kenalan travel "The Journesia", dimana kamu dapat mengakses web resminya di www(dot)thejournesia(dot)com atau kontak via telepon dengan nomor 085335494322. Untuk perihal biaya tergantung fasilitas dan lama menginap di Gili Labak, kamu dapat konfirmasi terlebih dahulu di nomor tersebut.

pelabuhan kalianget
suasana di Pelabuhan Kalianget di pagi hari
Apakah kamu tau sejarah Gili Labak? sebelum dikenal dengan nama itu, pulau ini oleh masyarakat sekitar di sebut dengan "Pulau Tikus". Menurut penuturan warga, dahulu dipulau tersebut banyak terdapat sarang tikus, sehingga para warga menyebutnya dengan demikian. Luas Gili Labak hanya sekitar 5 hektar saja dan hanya butuh waktu sekitar 30-40 menit untk memutari pulau seutuhnya. Pulau Gili Labak bukanlah sebuah pulau tak berpenghuni, dimana pulau cantik ini dihuni sekitar 35 kepala keluarga yang notabene berprofesi sebagai nelayan.

pulau gili labak
view Gili Labak

jernih perairan gili labak
jernihnya perairan Gili Labak

foto ria
diatas pasir halus khas Gili Labak
konservasi terumbu karang
spot konservasi terumbu karang
suasana gili labak
suasana pantai Gili Labak
Bagi kamu para wisatawan, berlibur di Gili Labak memang belum dilengkapi dengan sarana dan fasilitas yang lengkap. Dimana hanya terdapat fasilitas toilet, gazebo, musholah, warung dan penginapan berupa homestay saja. Untuk bermalam sebetulnya kamu dapat menggunakan opsi lain, jika ingin merasakan sensai yang berbeda cobalah untuk berkemah di tepi Pantai Gili Labak. Suasananya yang nyaman dan tenang, seakan menjadi moment berharga. Sebelum lanjut kamu pun bisa membaca tentang camping di Pulau Oar Pandeglang dan Pantai Greweng Jogja.

Bagi kamu penggemar snorkeling dan diving, cobalah datang dan mencoba perairan bawah laut Gili Laba. Terdapat berbagai aneka terumbu karang dan biota laut, masih sangat terjaga di dalam perairannya. Tak perlu menyelam hingga dalam, cukup sekitar 1-2 meter saja, kamu sudah dapat menemukan berbagai jenis kawanan ikan. Untuk snorkeling equipment, kamu dapat menyewanya dengan biaya sekitar Rp. 25.000. Namun untuk peralatan diving, kamu harus membawanya sendiri. Pasalnya di Gili Labak belum ada Diving Canter.

snorkeling
byurrrr....

terumbu karang
aneka terumbu karang

nemo
ini nih sang ikon film kartunnya Disney

with the nemo
dia Nemo dan gue bukan Dori

selfie
ceklikkk...

sunset di gili labak
sunset moment at Gili Labak
Mengingat begitu besarnya potensi wisata di Gili Labak, maka tak salah memang jika memasukkan nama pulau mungil ini dalam tempat wisata di Sumenep yang rekomended untuk dikunjungi. Namun perlu adanya dukungan dan tindak nyata dari Pemprov dan Dinas Pariwisata setempat agar wisata Gili Labak dapat berkembang, sehingga dapat bersaing dengan beberapa nama-nama besar tempat pariwisata di Indonesia.

*Tips
  • Hati-hati di Terminal Bungurasih, karena terdapat banyak calo yang sering menipu para penumpang.
  • Bila kamu menyebrang via Pelabuhan Kali anget usahakan datang minimal jam 06.00 pagi agar tak tertinggal.
  • Pada Gili Labak, tak terdapat sumber air tawar.
  • Bila ingin berkemah siapkan dengan baik segala peralatan, bahan logistik seperti bahan makanan dan air minum. Agar tak berat kamu bisa membeli air mineral berukuran galon di Gili Labak.
  • Sumber listrik hanya dipasok sedikit, sehingga umumnya listrik hanya akan dinyalakan di malam hari.
Berdiri dipantai Gili Labak membuat perhatian tertuju atas perjalanan hidup selama ini. Tersadar dalam benak pikiran, bahwasanya sering kali diri ini masih belum juga puas atas apa yang telah dicapai. Sejogjanya melihat kehidupan para warga Gili Labak yang penuh kesederhanaan namun tetap penuh kebahagiaan. Ya, memang disetiap diri manusia tentulah pasti akan ada rasa yang ingin selalu lebih dan lebih. Oleh karena itulah perlu adanya sebuah prinsip hidup dan agama sebagai pedoman kuat. Berkaca terhadap rasa SENANG atau SUSAH adalah pilihan anda, dan apapun yang kamu pilih maka itulah yang akan kamu dapatkan. Tau kah kamu, bahwa intisari dari setiap perjalanan adalah perjalan itu sendiri. Maka percayalah terkadang hidup membutuhkan pengalaman untuk memahami kehidupan.

Kamu dapat pula membaca tentang 4 Tempat Wisata Lumajang Terfavorit dan Kampung Adat Tarung Sumba Barat.

Demikianlah ulasan saya kali ini perihal liputan terfavorit wisata pulau Gili Labak tempat wisata di Madura. Semoga dari semua informasinya dapat diterima dan menambah wawasan bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

Rabu, 04 Januari 2017

Catatan Hidup Waikabubak Kampung Tarung Sumba Barat Di Tengah Era Modern

Waikabubak merupakan Ibukota Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Memang namanya belumlah cukup populer ditelinga para masyarakat Indonesia umumnya. Namun kehadiran Waikabubak termasuk menjadi saksi hidup dari peradaban dan perkembangan zaman yang kian pesat pada dewasa ini.

Sebagai kota yang terletak di Timur Indonesia, membuatnya seakan luput dari perhatian. Dari gemerlapnya kehidupan, kesejahteraan dan pembangunan kota-kota besar, Waikabubak hampir belum bisa dikatakan sejahtera. Dari total penduduk sekitar 22.235 jiwa yang tercatat oleh Badan Pemeriksa Statistik di tahun 2001, hampir biasa dikatakan kebanyakan masyarakat Waikabubak masih belum bisa merasakan arti sesungguhnya dari kata Modernisasi. Pasalnya dari sebagian warganya yang memilih menetap di pusat kota Waikabubak, ternyata masih terdapat sebuah Kampung Adat Sumba Barat yang masih memegang teguh terhadap keyakinan akan leluhur. 

Kampung adat yang masih tetap bertahan dari derasnya gempuran era globalisasi contohnya ialah Kampung Tarung dan Waitabar. Berlokasi di tengah pusat kota Waikabubak dan terletak persis diatas sebuah bukit, membuatnya seakan begitu esklusif. Dimana para masyarakat sekitar percaya, bahwasanya disanalah tempat tinggal pertama leluhur Sumba, bernama Sudi Wonanyoba. Apakah kamu tau tentang arti "Tarung"? ya, arti kata yang dimaksud bukanlah sebuah perkelahian ataupun pertengkaran. Arti sesungguhnya ialah "Tarung" merupakan sebuah panggilan untuk pasangan dari leluhur. Dimana leluhur tersebut akan melindungi dari Tarung tersebut dan melindungi siapapun yang lemah. Cukup unik bukan? agar semakin jelas, ada baiknya kamu simak terlebih dahulu kkoten artikel berikut ini.

Dalam kesempatan kali ini saya akan mengulas perihal catatan hidup Waikabubak Kampung Tarung Sumba Barat di tengah era modern. Semoga setiap informasi yang terkandung dapat diterima dan dijadikan sebagai sumber referensi bagi kamu ataupun para pembaca budiman dimanapun anda berada.

suasana kampung tarung
view Kampung Tarung
Sebagai salah satu destinasi wisata di Sumba yang menyimpan banyak potensi, sehingga sayang rasanya bila dilewatkan. Selain terkenal dengan Festival Pasola, Pulau Kenawa, Pulau Moyo dan Pantai Nihiwatu, ternyata kamu pun dapat merasakan pengalaman wisata budaya. Dengan mengunjungi wisata Kampung Tarung Waikabubak kamu dapat merasakan pengalaman berlibur yang cukup berbeda, ditambah dapat mengenal edukasi tentang Suku Adat asli Sumba yang masih dapat dijumpai hingga saat ini. Dimana para warganya masih memegang teguh ajaran dari para leluhurnya. Disamping kamu dapat berinteraksi langsung dengan mereka, kamu pun dapat melihat sebuah arsitektur kuno yang terdapat pada setiap bangunan rumah tinggal para penduduk tersebut. Cukup unik bukan?

Untuk mencapai perkampungan ini, kamu diharuskan naik keatas bukit terlebih dahulu menggunakan jalur sepanjang 150 meter, tak perlu khawatir akan lelah dimana jalurnya sudah diperlebar sekitar 3 meter yang dapat memungkinkan untuk kendaraan beroda empat dapat melintas. Setibanya di atas bukit, kamu akan tersontak kagum akan segala keindahan yang tersaji di wisata Waikabubak ini. Dimana khusus Kampung Tarung terdapat sekitar 102 rumah panggung tradisional yang dibangun secara melingkar memutari 17 makam batu kuno, layaknya pada zaman Megalithikum. Para warga Kampung Tarung tercatat berjumlah sekitar 1.530 jiwa yang terbagi dalam sekitar 400 kepala keluarga. Dimana dari kepala keluarga tersebut sehari-harinya tinggal dalam rumah panggung berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 15x15 meter persegi, biasanya dari satu rumah panggung dihuni sekitar 3-4 keluarga. Sebelum lanjut kamu dapat pula membaca tentang Gili Nanggu.

kampung tarung
suasana di tengah Kampung Tarung
Rumah Adat Sumba dikenal pula dengan "Uma", dimana arsitekturnya berbentuk kotak diatas panggung yang disanggah menggunakan 4 buah kayu yang digunakan sebagai kerangka utama bangunan tersebut. Sebagai tiang atap biasanya dilengkapi dengan 36 batang kayu yang disambung menggunakan pasak yang terbuat dari kayu mosa, kayu delamora atau kayu masela. Untuk rumah adat biasanya dibagi menjadi beberapa bagian seperti,
  • Bagian Atap (Toko Uma), berbentuk kerucut atau seperti Joglo (rumah adat Jawa), namun pembedanya ialah dari bahan yang digunakan sebagai atap. Dimana untuk rumah di Kampung Tarung menggunakan rumput alang-alang. Pada bagian ini difungsikan untuk menyimpan beberapa benda pusaka dan juga bahan makanan/hasil panen.
  • Bagian Tengah Hunian (Bei Uma), dimana pada ruangan ini pun dibedakan menjadi beberapa fungsi seperti ruangan untuk khusus pria dan wanita, ruangan keluarga dan juga ruangan yang dipergunakan sebagai tempat berkumpul (Bangga).
  • Bagian Bawah Panggung (Kali Kabunga), biasanya pada bagian ini dipergunakan untuk kandang para hewan ternak.
Apakah kamu tau mengapa sebagian besar perkakas yang digunakan secara umum terbuat dari kayu? pasalnya Suku Sumba sebelumnya hanya menggunakan parang dan kampak, kemudian ketika orang Portugis masuk kedaerah NTT barulah Suku Sumba mengenal alat-alat logam. Seperti dalam penjelasan sebelumnya, dimana menjelaskan pada bagian tengah Kampung Tarung terdapat sekitar 17 makam kuno yang terbuat dari batu datar. Dimana pada pelataran tersebut terdapat sebuah rumah adat berukuran sekitar 2x2 meter persegi yang dikhususkan untuk tempat berdoa Raja Kampung Tarung yang sekaligus menjabat sebagai imam bagi para warganya. Biasanya raja tersebut dikenal sebagai "Rato". Para masyarakat Kampung Tarung memeluk agama yang berbeda dengan yang telah diakui oleh Pemerintah, dimana mereka menganut agama Merbabu. Agama tersebut memiliki ajaran dan kepercayaan kuat terhadap nenek moyang atau leluhur. Hebatnya mereka tetap bisa menjaga keaslian ajarannya secara turun temurun, bahkan bersikap idealis tetap bisa menjaga dari derasnya arus perubahan pada dewasa ini. Bagi para warganya yang ingin menganut agama-agama formal, tak dipaksakan oleh Sang Rato ataupun warga lainnya. Namun tetap ada konsekuensinya dimana diharuskan untuk meningkalkan Kampung Tarung dan tinggal di kota Waikabubak.

Walaupun bisa dikategorikan para warganya dinilai sebagai orang primitif, namun jangan salah. Apakah kamu tau apa pekerjaan dari warga Kampung Tarung? ya, dalam sehari-harinya para warga tersebut memiliki berbagai profesi seperti petani, pedagang, pengerajin kain tenun dan adapun yang menjadi pegawai negeri sipil. Ya, kendati tetap berpegang teguh terhadap kepercayaannya, nyatanya mereka pun tetap membutuhkan pekerjaan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

kehidupan sehari-hari
para wanita umumnya berprofesi sebagai pengerajin kain
anak kampung tarung
anak-anak Kampung Tarung
Selain Kampung Tarung, kamu pun dapat berkunjung ke perkampungan serupa yakni Kampung Waitabar. Dimana skala perkampungan ini memang lebih kecil dimana hanya terdapat sekitar 12 rumah adat. Suasananya hampir serupa, dikarenakan sebetulnya ini pun sebuah bagian dari kesatuan kampung adat suku Sumba. 

Bagi kamu yang ingin mengunjungi Kampung Tarung dan Waitabar, kamu dapat menggunakan beberapa opsi sebagai berikut,
  • Jalur udara, kamu dapat terbangan menuju Bali atau Kupang. Kemudian dilanjutkan kembali penerbangan menuju Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya. Setibanya di bandara, kamu dapat menggunakan jasa bis, menyewa mobil ataupun travel untuk mengantarkan kamu menuju Waikabubak Kampung Tarung dengan lama perjalanan hanya sekitar 60 menit. 
  • Jalur Darat, bila kamu memilih opsi ini kamu dapat menggunakan bis untuk menuju Pelabuhan Sape, Bima, NTB. Kemudian kamu akan menyebrang menggunakan kapal fery menuju Pelabuhan Waikelo, Sumba Barat Daya. Setelah tiba, kamu dapat menggunakan ojek motor, menyewa mobil ataupun travel untuk menuju Kampung Tarung.
  • Biasanya untuk harga sewa mobil berkisar sekitar Rp. 500.000 dan untuk mobil travel sekitar Rp. 50.000/orang. Namun harga tersebut sewaktu-waktu dapat berubah berfariatif akan tetapi tetap kompetitif.
Bagi kamu yang ingin mencoba sensasi, cobalah untuk menginap di rumah adat, karena biasanya dirumah-rumah adat tertentu dapat disewakan bagi para wisatawan. Opsi lainnya kamu dapat menginap dibanyak hotel melati ataupun Nihiwatu Resort dan Sumba Nautil Resort. Untuk hotel kelas melati, memang fasilitasnya kurang lengkap dan tanpa AC hanya menggunakan kipas angin. Hanya terdapat 2 buah hotel yang memiliki AC yakni Monalissa Cottages di Jl. Raya Waikabubak dan Hotel Manandang di Jl. Pemuda. 

Dibalik kehidupan yang terbilang jauh dari gemerlapnya kota-kota besar, namun nyatanya tempat wisata Pulau Sumba ini menyimpan begitu banyak potensi yang mengagumkan. Keindahan, keunikan berpadu dengan nilai sakralnya terhadap tradisi. Sungguh mempesona. Dengan mengunjungi kedua situs perkampungan ini, kamu pun dapat mengerti akan keberagaman yang terdapat di tanah air ini. Bangga bukan?

*Tips
  • Untuk akses internet masih belum banyak tersedia, dimana hanya ada 4 warnet saja yang berada di Sumba Barat.
  • Untuk jaringan selular hanya ada jaringan Telkomsel, karena sebagian besar wilayah Sumba Barat masih dalam kategori Blank Spot.
  • Pasokan listrik pun masih sangat terbatas, oleh karena itu, tak perlu heran jika di Sumba Barat masih sering terjadi pemadaman. Sehingga saya anjurkan kamu untuk mencari hotel yang memiliki fasilitas generator.
  • Untuk fasilitas ATM/Tarik Tunai, hanya terdapat 3 bank di Waikabubak yakni Bank BNI, BRI dan Bank NTT. Untuk ketiga mesin ATM ini sudah dilengkapi dengan sistem ATM Bersama.
Melihat segala potensi yang terdapat di Waikabubak, ternyata menyimpan kehidupan yang bahkan bisa dikatakan tak bisa saya secara pribadi mengikuti gaya hidup suku Sumba. Begitu banyak tersirat sebuah arti kehidupan dan pembelajaran yang terkandung dalam norma-norma adatnya. Dimana dengan keyakinannya mereka tetap memegang teguh prinsip, namun tetap bisa hidup bergandengan dengan damai satu sama lainnya. Entah kita yang BODOH atau kita yang begitu gampang TERHASUT? melihat begitu mudahnya emosi tersulut kala diadu domba oleh pihak yang mengatas namakan Agama. Sejogjanya setiap agama mengajarkan pada setiap umatnya untuk menjalin hubungan baik antar sesama dan juga Sang Khalik. Mungkin lebih baik menjadi orang Primitif dari pada menjadi orang modern yang berfikir Primitif. Berpeganglah pada nalar, prinsip hidup dan agama, agar kelak dapat memfilterisasi segala sesuatu, janganlah mudah menelan segala sesuatu secara mentah. Pasalnya itu sama saja memperMALUkan diri sendiri.

Kamu dapat membaca pula tentang Pulau Cubadak dan Pantai 3 Warna 

Demikian ulasan saya kali ini perihal catatan hidup Waikabubak Kampung Tarung Sumba Barat di tengah era modern. Semoga dari semua informasi yang telah disampaikan dapat membantu dan menambah wawasan serta pengetahuan bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

Selasa, 03 Januari 2017

Info Terfavorit Pulau Cubadak Island Tempat Wisata Di Padang Sumatera Barat

Pulau Cubadak memang masih terdengar belum cukup familiar ditelinga para penggila traveler. Pulau mungil ini memang memiliki segalanya sehingga layak untuk disebut sebagai salah satu surga bahari Indonesia. Dengan ekosistem pulau yang masih sangat terjaga dan alam bawah lautnya yang tak perlu dipertanyakan lagi, membuat banyak para wisatawan penasaran ingin merasakan seperti apa wisata di Pulau Cubadak ini.

Lokasi Pulau Cubadak terletak di Pesisir Selatan, Painan, Sumatera Barat. Dengan luas yang hanya sekitar 40 km persegi ini, tersimpan begitu banyak potensi yang layak untuk dikunjungi. Panorama Pantai Cubadak memiliki pasir yang bersih nan halus seakan menambah cantik pulau ini. Sebetulnya nama pulau ini memang lebih populer di luar negeri, ketimbang di Indonesia. Mengapa demikian? nanti saya akan mencoba menjelaskannya secara detail. 

Kota Padang selain memang sudah di akui perihal kulinernya, ternyata juga masih menyimpan potensi lainnya berupa bentang alam yang mempesona. Beberapa nama tempat wisata di Padang pun tak bisa dipandang sebelah mata, seperti halnya yang mungkin sudah kalian ketahui contohnya Pulau Pasumpahan, Pulau Sikuai, Pulau Pagang dan masih banyak lagi. Bagi kamu yang butuh opsi pilihan tempat wisata di Sumatera Barat, ada baiknya kamu coba untuk datang berkunjung ke Pulau Cubadak. Berikut adalah alasan mengapa kamu harus datang ke pulau cantik ini.

Pada sore hari ini saya akan memaparkan secara detail perihal info terfavorit Pulau Cubadak Island tempat wisata di Padang Sumatera Barat. Semoga kiranya dapat membantu dan bermanfaat bagi kamu ataupun para pembaca lainnya yang ingin berkunjung ke tempat ini.
pulau cubadak
Welcome to Cubadak Island
Untuk gambaran awal, nama "Cubadak" dalam bahasa minang berarti "Buah Nangka" dan menurut penuturan para warga sekitar konon dahulu Pulau Cubadak ini adalah kawasan kawah, sehingga kekayaan bawah lautnya begitu melimpah. Aneka jenis terumbu karang dan biota laut sangat mudah ditemukan. Oleh karena itulah banyak para penyelam dunia datang mengunjungi surga bahari ini. Pulau Cubadak sendiri terletak tersembunyi di teluk, sehingga membuatnya aman dari kencangnya angin dan kuatnya arus dari Samudera Hindia. Karena itulah perairan pulau ini sangat tenang dan kamu pun dapat aman menikmati pantainya. Dengan panorama alamnya yang indah, mampu menyedot banyak minat para wisatawan mancanegra. Bahkan wisatawan asal German, pernah membuat sebuah film dokumenter tentang segala keindahannya. Sehingga berawal dari film tersebut, banyak media cetak internasional berdatangan ingin meliput Pulau Cubadak ini, berkat liputannya tersebut maka informasi tentang Pulau Cubadak ini secara cepat menyebar diberbagai negara. Alhasil maka nama Pulau Cubadak Sumbar pun lebih populer di luar negeri, daripada di tanah air.

suasana pantai pulau cubadak
suasana di Pantai Pulau Cubadak
Pulau Cubadak walaupun kecil namun bukanlah sebuah pulau tak berpenghuni. Pasalnya pulau ini telah dilengkapi dengan fasilitas resort bernama "Cubadak Paradiso Village" yang dikelola oleh dua warga asing asal Itali dan German. Apakah kalian tau mengapa Pulau Cubadak ini dikelola oleh pihak asing? ya, saya akan mencoba menjelaskannya secara singkat. Berawal dari Pulau Cubadak yang dahulu masih hanya ditempati oleh beberapa warga lokal yang bermata pencarian sebagai nelayan, tak ada fasilitas apapun ditempat ini. Sampai akhirnya kedua warga asing ini datang dan membeli Pulau Cubadak ini. Bagaimana bisa sebuah pulau dalam kawasan NKRI dimiliki oleh pihak lain? ya, mungkin perlu adanya ranah hukum bila ingin membicarakannya dan itu bukanlah kuasa saya untuk membahasanya secara mendalam. Singkat cerita, ditangan kedua warga asing itulah, Pulau Cubadak disulap menjadi sebuah surga yang mampu bersaing ditengah banyaknya destinasi wisata kelas dunia. 

Namun memang cukup disayangkan, ditengah rasa bangga kita karena ternyata terdapat sebuah surga di perairan Indonesia, pernah terjadi sebuah peristiwa yang ikut mencoreng nama baik Pulau Cubadak. Pada 2014 silam, pernah terjadi sebuah peristiwa tegang antara kedua pemilik pulau dengan para warga sekitar. Pasalnya menurut penuturan warga, pihak pemilik secara arogan mengusir warga yang berada di kawasan Pulau Cubadak. Sontak saja hal tersebut menyulut amarah para warga, bagaikan api yang didekatkan pada minyak. Keadaan tegang dan hampir berakhir dengan kericuan berhasil diredam oleh pihak kepolisian dan beberapa tokoh masyarakat setempat. Pihak pemilik Pulau Cubadak berdalih ingin memberikan suasana esklusif dan private pada tamu Cubadak Resort. Namun ingin hati menjadi penengah suasana panas ini, pil pahit pun kembali diterima oleh Wakapolda yang menjabat kala itu, dimana ia pun sempat diusir oleh pemilik pulau ini. Ya, itulah secara singkat rangkuman cerita peristiwa kontroversial yang terjadi di Pulau Cubadak pada 3 tahun silam. Sebagai pendapat pribadi saya yang notabene hanyalah warga negara biasa, hal tersebut mungkin saja bisa terjadi ditempat mana pun, oleh karena itulah mengapa pihak Pemprov atau Dinas Pariwisata tak boleh memberikan kuasa mengelola tempat wisata pada pihak swasta secara 100%, terlebih bilamana menjual pulau. Dari kisah diatas, sejogjanya dapat dipetik pelajaran dan hikmah untuk kita bersama.  Namun dewasa ini keadaan pun berubah, dimana para wisatawan lokal pun dapat perlakuan baik walaupun para wisatawan lokal tak menginap di resort. 

Perihal resort, bilamana kamu ingin bermalam di Pulau Cubadak terdapat beberapa macam type kamar yang dapat kamu gunakan. Untuk biaya menginap permalam memang cukup beragam tergantung type kamar dan juga asal wisatawan tersebut. Bila wisatawan asing harga yang dipatok berkisar sekitar Rp. 1.500.000/malam dan kemudian untuk wisatawan domestik sekitar Rp. 900.000/malam, namun untuk harga tersebut dapat sewaktu-waktu bisa berubah. Sebelum lanjut, kamu dapat juga membaca Pulau Ora, Maluku.

Cubadak Paradiso Village Resort
nyamannya suasana di Cubadak Paradiso Village Resort
Bagi kamu para pasangan muda, ada baiknya mencoba pengalaman berbulan madu di Pulau Cubadak, mengingat suasana asri dan nyaman dapat ditemui ditempat ini. Untuk keseruan di Pulau Cubadak, terdapat berbagai aktifitas seru yang dapat kamu lakukan. Mengexplore keindahaan bawah laut dengan snorkeling dan diving sudah pasti menjadi agenda wajib, namun kamu masih bisa menikmati fasilitas lain seperti bersepeda santai, berjemur dipantai, perahu kano, mengamati beberapa satwa endemik ataupun trekking menyusuri hutan dan bukit Pulau Cubadak. Namun untuk menyusuri hutan dan menaiki bukit, kamu diharuskan menggunakan jasa guide untuk memberikan rasa kenyamanan dan keamanan, mengingat masih terdapat berbagai satwa liar seperti monyet, rusa, babi dan lain-lainya. 

Bila kamu ingin datang berkunjung ke Pulau Cobadak, kamu dapat menggunakan jasa maskapai penerbaangan untuk menuju kota Padang. Setibanya di Padang, kamu dapat melanjutkan perjalanan darat untuk menuju Pantai Carocok dengan jarak tempuh 77 Km dan lama perjalanan sekitar 2 jam. Pada Pelabuhan Pantai Carocok kamu dapat menyewa speedboat untuk tiba di Pulau Cubadak. Perihal biaya penyebrangan berkisar sekiar Rp. 150.000/orang dengan lama penyebrangan sekitar 20 menit, tergantung kondisi keadaan laut.

*Tips
  • Bila ingin menginap, lebih baik booking terlebih dahulu melalui web resmi Cubadak Paradisso Village atau menelpon pada nomor yang tercantum.
  • Bila kamu tak ingin menginap, kamu pun masih dapat berkunjung dengan konfirmasi melalui via telepon terlebih dahulu.
  • Jika kamu bukan tamu resort, bila ingin berjalan di sekitar kawasan pantai, lebih baik ijin terlebih dahulu pada pihak pengelola.
  • Namun bila kamu tak ingin repot, kamu dapat menggunakan jasa travel lokal yang sudah banyak memberikan paket wisata Pulau Cubadak dengan harga yang kompetitif.
Melihat dari peristiwa kontrovesi pada Pulau Cubadak, memang disinilah dapat dijadikan contoh bahwasanya sangat penting tenggang rasa agar terciptanya suatu kerukunan. Bukan demi keuntungan pribadi atau segelintir pihak, namun untuk kepentingan bersama. Tak penting siapa yang salah dan siapa yang memulai, bilamana kita menghina dan merendahkan orang lain, percayalah bahwa itu sama saja menghina Sang PenciptaNya. Just Simple, Maka kelak kamu akan ada hukum karmanya.

Kamu dapat pula membaca tentang Pulau Banyak Aceh dan Pulau Moyo Sumbawa.

Demikian ulasan saya kali ini perihal info terfavorit Pulau Cubadak Island tempat wisata di Padang Sumatera Barat. Semoga dari semua informasinya dapat diterima dan menjadi sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budiman lainnya.